Tokyo Sweets-Deco Collection 2010

Agak telat update, pada tanggal 20 Maret lalu, sebagai salah satu distributor dari Nissin Nendo yaitu pabrik yang membuat Grace clay, kita mendapat undangan untuk menghadiri pameran Tokyo Sweets-Deco Colection 2010,
diselenggarakan di Yurakucho,Tokyo.
Dengan berbekal rasa ingin tau, apa sih sebenarnya yang di pamerkan dalam sebuah pameran dengan tema clay maka berangkatlah kita ke Yurakucho.
Kebetulan pameran kali ini mengambil tempat di dalam semacam ruang pertemuan di lantai 4 sebuah mall.
Dan ternyata.. begitu sampai dilantai 4 yang ngantri sudah puanjang buanget.
Bahkan oleh panitia kita diwajibkan untuk mengantri mulai dari lantai B4.
Untungnya pergerakan naiknya orang2 ke atas cukup cepat jadi saya tidak menunggu sampai berjam-jam untuk sampai ke lantai 4 lagi :P .
Terus terang saya tadinya tidak menduga kalau banyak orang yang antusias untuk melihat pameran clay, karena saya sendiri juga baru pertama kali datang ke pameran clay seperti ini.



a

Sayangnya setelah nyampe di depan pintu masuk ternyata kita tidak diperbolehkan memotret dalam ruangan :'(
Jadi, cuman sedikit hasil foto-foto yang diam-diam berhasil di foto.

Ternyata para sweets-deco clay crafter Jepang hasil buatannya manis-manisssss, cute, dan hasil bikinannya mirip dengan asli. Tidak mengherankan kalau pengunjung sampai ngantri bermeter-meter untuk masuk melihat.
Ada yang bikin biscuit, pudding, buah-buah, coklat, rumah boneka, miniatur roti-roti dan permen dengan warna-warna yang menarik. Harga yang ditawarkan untuk satu produk cupcakes clay bisa mencapai 2000-3000 yen atau sekitar 200 ribu - 300ribu rupiah. Apalagi kalau pembuatnya sudah punya nama di dunia sweets clay, yang mau beli produknya bisa sampai berebutan di standnya. Pokoknya saya sendiri terkagum-kagum dan gemess banget liat pameran kali ini :D

Dan kebetulan kita bertemu dengan salah satu clay crafter yang sudah membuat beberapa buku tentang sweets-deco clay dan pemilik dari website Awai Mint. Bahkan beliau sempat memberitahu cara membuat pudding agar-agar bening dengan bahan resin :D.


Kapan nih para clay crafter Indonesia bisa ngumpul dan ngadain pameran seperti di Jepang? Kita tunggu lho undangannya ;)

Membuat sendiri studio mini untuk memotret perhiasan.

Membuat sendiri studio mini untuk memotret perhiasan.

Beberapa bulan yang lalu salah satu member melalui forum kami menanyakan mengenai "apakah tidak ada cara lain memotret yang bagus tanpa keluar biaya yang besar" maksudnya tanpa membeli "photo cube studio". Saya jawab pertanyaan dia lewat email beserta penjelasan singkat mengenai cara membuat studio mini ini, dan ternyata dia sangat senang sekali dengan hasilnya yang cukup memuaskan, serta mengusulkan agar artikel tersebut dibuat blog saja, agar bisa berguna untuk rekan yang lain. Tadinya saya pikir ini terlalu sederhana untuk sebuah artikel... tapi setelah saya pikir pikir... baiklah saya posting artikel ini, mungkin ada gunanya juga.

Bahan yang harus disiapkan:

  • Kotak kardus yang cukup kaku, ukuran disesuaikan dengan ukuran rata rata produk yang anda sering potret. Kalau bisa pilih kotak yang ukurannya mirip kubus.
    kebetulan saya menemukan kotak bekas Ace hardware.
  • Kain ; pilih kain putih yang tidak terlalu tebal tapi tidak terlalu transparant, gunanya untuk difuse (memendarkan cahaya lampu) dalam hal ini saya pakai kain satin (anda perlu kira kira sebanyak 3 - 4 kali besarnya sisi kotak)
  • Selotip, Lem, alat ukur, spidol, cutter, gunting
  • Kertas sebagai background, panjang harus melebihi lebar diagonal kardus, Warna boleh putih atau hitam atau terserah anda mau warna apa sebagai background pada waktu motret.
    sebetulnya kalau mau lebih bagus pakai saja "vinyl" warna putih / hitam yang biasanya dibuat kerajinan kap lampu. Karena pada waktu motret nantinya anda pasti sering harus men selotape barang anda ke background ini, kalau pakai kertas nanti ada bekas selotapenya.
  • Lampu , Lampu adalah bagian paling mahal dan paling penting dalam pembuatan tenda pemotretan ini. (mungkin sebaiknya saya buat penjelasan terpisah untuk ini, karena harus milih lampu yang sekitar 5000 - 5500 derajat kelvin)
  1. Siapkan kotak kardus, penggaris dan spidol
    1

    1
  2. Beri jarak kira kira 5 cm dari pinggir kardus dan tarik garis sehingga membentuk gambar persegi sebagai batas "frame" yang akan kita lubangi.
    Lakukan hal tersebut pada keempat sisi kardus;
    bagian atas dan bawah kardus tidak perlu diberi tanda.
    1
  3. Potong persegi mengikuti tanda garis yang telah Anda buat. Jika keempat sisi telah selesai di potong, potong pula bagian atapnya. Bagian dasar kotak tidak perlu dipotong.
    1
  4. Tempelkan kertas duplex (atau vinyl) dari sisi atas belakang kardus menjuntai hingga sisi depan bawah kardus (lihat gambar atas).
    Kertas ini akan digunakan sebagai background / backdrop dari produk yang akan kita photo. Saya pilih warna putih karena ini adalah warna netral yang sering dipakai
    1
  5. Potong kain untuk menutupi bagian sisi atas dan samping kardus. Tempelkan dengan lem atau selotip dengan kuat supaya tidak mudah lepas.
    1
  6. Letakkan lampu diatas atau disamping sesuai dengan kebutuhan pencahayaan pada saat mengambil gambar.
    sebetulnya lebih baik kalau anda siapkan 3 buah lampu (Atas, samping kiri , samping kanan) agar cahaya bisa terpendar secara lebih rata.
Note: Terima kasih buat sdr.Irwanto dan Bpk.Emil yang membantu menyiapkan bahan bahan untuk membuat "photo cube" ini.

Teknik dasar photography untuk jewelry

Terus terang saya bukan seorang photographer professional, jadi yang saya tulis disini adalah hasil diskusi saya, atau lebih tepatnya kursus kilat yang saya dapat dari tim photography di studio kami.
(terima kasih kepada sdri. Dhina dan Tanabe yang telah meluangkan waktu membantu saya membuat artikel ini)

[More]

Hobby yang manghasilkan uang

Point to consider.

  1. Anda punya hobby terkait dengan beads (manik manik) ?
    Tertarik memiliki penghasilan tambahan sebagai desainer perhiasan?
    Coba bayangkan ...siapa yang tidak ingin menghasilkan pendapatan sendiri sambil menyalurkan hobby yang kita cintai dengan waktu yang fleksibel? Apalagi jika Anda seorang Ibu yang sudah memiliki anak-anak, ingin memiliki penghasilan sendiri tapi tidak ingin meninggalkan anak-anak sendiri di rumah.

    [More]

BlogCFC was created by Raymond Camden. This blog is running version 5.9.3.001. Contact Blog Owner