SmartyHands Pusat Kreatifitas

Apa kabar Smarty Fans dimanapun Anda berada,

Kali ini kami akan menceritakan pengalaman kami di Pameran Merah Putih yang berada di Museum Tekstil. Perkumpulan WASTRA INDONESIA bekerja sama dengan Museum Teksetil membuat Pameran ini, yang bertujuan untuk mempersatukan semua penggiat kriya di Indonesia yang bergelut dengan benang dan kain dalam satu kegiatan Bersama untuk mendukung dan mengapresiasi untuk keberagaman kriya.

Pada tanggal 18 Agustus 2017 Pameran Merah Putih mengadakan talk show bersama Ibu Lita Jonathan dan Ibu Lenny Agustin, yang bertema "Sulam Pontianak". Ibu Lita sendiri adalah salah satu penggiat kriya yang sudah tidak diragukan lagi karyanya. Banyak karya yang beliau buat, mulai dari Tenun, Crochet, Knitting, Embroidery, dan masih banyak lagi. Sedangkan Ibu Lenny sendiri adalah seorang fashion desainer yang menyukai kerajinan Batik, Tenun, Lurik, dan Songket. Beliau biasa mengkombinasikan kerajinan tersebut dengan aplikasi-aplikasi unik yang menjadi ciri khasnya kedalam desain buatannya.

Singkat cerita, dalam talkshow ini mereka membahas perjalanan ke Pontianak untuk memperkenalkan kerajinan sulam dengan cara membuat pelatihan kepada masyarakat disana. Setelah beberapa bulan melakukan pelatihan akhirnya mereka berhasil menciptakan SDM baru untuk meneruskan kerajinan sulam khas Kalimantan ini. Dan Ibu Lenny memperkenalkan kerajinan sulam Kalimantan ini hingga ke pameran Internasional di Perancis.

Foto pimpinan SmartyHand Jakarta dengan Ibu Lita Jonanthan (di sebelah kiri) dan Ibu Lenny Agustin (di bagian tengah) Foto saat Ibu Lenny sedang melihat alat Free Motion dari SmartyHands Foto hasil karya Ibu Lita Jonathan dengan menggunakan alat Sakiori Foto saat Ibu Lenny melihat alat Louet Magic Dobby dari Smartyhands http://www.ilovesmart.com/images/blog/blog-2017-08-18f.jpg Foto saat Ibu Lenny melihat alat Sakiori dan Inkle Loom dari SmartyHands Pada tanggal 20 Agustus 2017 kami juga melihat beberapa workshop yang diadakan di Pameran Merah Putih. Workshop yang kami kunjungi pertama adalah tentang Temari dari Pak Martin Suhanda, Beliau mengajarkan teknik dasar dari menghias Temari dengan beberapa perpaduan warna benang. Temari sendiri adalah sebuah kerajianan berbentuk bola yang berasal dari Jepang, Temari ini biasa dibuat untuk dekorasi dan pajangan diruangan.
Kami SmartyHands juga jual loh kit untuk membuat temari ini. Bisa cek di website kami dengan id barang 17443 :D

Pak Martin Suhanda saat mengajar workshop Temari

Dan yang kedua workshop yang kami kunjungi selanjutnya adalah pembuatan Dream Catcher dari Komunitas Rajut Kejut. Dream catcher sendiri ini dipercaya dapat menangkap mimpi baik yang di jadikan kepercayaan penduduk pribumi Amerika yaitu bangsa Indian. Di Indonesia sendiri dream catcher ini biasa di jadikan sebagai hiasan dan pajangan, karena bentuknya yang indah dan warna warni.

workshop pembuatan Dream Catcher

Salah satu pimpinan Smartyhands cabang Jakarta berfoto dengan Gubernur Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Bapak Triawan Munaf selaku kepala BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif).

Hai para Smarty fan....
Tanggal 1 Maret kemarin, Smartyhands di undang untuk menghadiri peresmian Jakarta Creative Hub di Gedung Graha Niaga Thamrin, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Jakarta Creative Hub ini memang dibangun sebagai fasilitas bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jakarta dan sekitarnya. Dengan konsep menyediakan solusi bisnis yang kreatif. Selain menyediakan area kerja atau kantor, beberapa program yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha UMKM, misalnya solusi finansial, rantai pasokan, produksi, distribusi, penjualan dan pemasaran. Jakarta Creative Hub juga menyediakan program dan pelatihan yang didedikasikan untuk pengembangan dunia entrepreneur dan craft, dengan mengundang para pakar dari kalangan industri kreatif di Indonesia dan Program tersebut diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin oleh pebisnis yang mengalami masalah.
Dalam kesempatan ini, Smartyhands menjadi salah satu supplier peralatan kerajinan kulit loh : D

[More]

Tanggal 21 Februari kemarin, Smarty Team mengirim Long Arm Free Motion yang ke-10. Ke daerah Bandung. Pesanan kali ini datang dari Ibu Anie Dicky salah satu pengelola Pesona Perca Nusantara atau P2N.
secara singkatnya P2N ini merupakan komunitas pecinta quilting, sudah banyak karya-karya yang mereka hasilkan, dan memenangkan penghargaan di beberapa acara. Persiapan pembuatan Long Arm Free Motion ini berlangsung selama 2 minggu, karena harus menunggu beberapa sparepart yang dikirim langsung dari Jepang.

[More]

Berikut ini , kami coba buatkan ringkasan penjelasan mengenai bahan dan alat yang diperlukan.

Stitching (untuk menjahit kulit)

  • Stitching Groover Alat ini gunanya membuat alur (got), agar nantinya hasil jahitan tertanam (rata) dengan permukaan kulit, sehingga hasilnya lebih rapi dan tidak menonjol (kalau menonjol, mudah tergesek dan bisa mudah putus jahitannya).
  • Stitching Awl

SmartyHands bekerja sama dengan DeKel (Dewan Kelurahan) Kebon Baru jakarta, mengadakan pelatihan untuk warga kelurahan setempat dalam rangka program Bina Sosial.

[More]

Hadirilah acara pemecahan Rekor MURI
untuk pembuatan kalung terpanjang di Indonesia.

Acara yang diselenggarakan oleh majalah fashionPro bekerjasama dengan Smarty Hands selaku pihak sponsor ini akan diselenggarakan pada
hari Rabu, tanggal 28 Juli 2010 pukul 15.30 WIB di ajang FASHION MART 2010 by fashionPro yang bertempat di La Piazza Kelapa Gading- Jakarta.

[More]

Agak telat update, pada tanggal 20 Maret lalu, sebagai salah satu distributor dari Nissin Nendo yaitu pabrik yang membuat Grace clay, kita mendapat undangan untuk menghadiri pameran Tokyo Sweets-Deco Colection 2010,
diselenggarakan di Yurakucho,Tokyo.
Dengan berbekal rasa ingin tau, apa sih sebenarnya yang di pamerkan dalam sebuah pameran dengan tema clay maka berangkatlah kita ke Yurakucho.
Kebetulan pameran kali ini mengambil tempat di dalam semacam ruang pertemuan di lantai 4 sebuah mall.
Dan ternyata.. begitu sampai dilantai 4 yang ngantri sudah puanjang buanget.
Bahkan oleh panitia kita diwajibkan untuk mengantri mulai dari lantai B4.
Untungnya pergerakan naiknya orang2 ke atas cukup cepat jadi saya tidak menunggu sampai berjam-jam untuk sampai ke lantai 4 lagi :P .
Terus terang saya tadinya tidak menduga kalau banyak orang yang antusias untuk melihat pameran clay, karena saya sendiri juga baru pertama kali datang ke pameran clay seperti ini.



a

Sayangnya setelah nyampe di depan pintu masuk ternyata kita tidak diperbolehkan memotret dalam ruangan :'(
Jadi, cuman sedikit hasil foto-foto yang diam-diam berhasil di foto.

Ternyata para sweets-deco clay crafter Jepang hasil buatannya manis-manisssss, cute, dan hasil bikinannya mirip dengan asli. Tidak mengherankan kalau pengunjung sampai ngantri bermeter-meter untuk masuk melihat.
Ada yang bikin biscuit, pudding, buah-buah, coklat, rumah boneka, miniatur roti-roti dan permen dengan warna-warna yang menarik. Harga yang ditawarkan untuk satu produk cupcakes clay bisa mencapai 2000-3000 yen atau sekitar 200 ribu - 300ribu rupiah. Apalagi kalau pembuatnya sudah punya nama di dunia sweets clay, yang mau beli produknya bisa sampai berebutan di standnya. Pokoknya saya sendiri terkagum-kagum dan gemess banget liat pameran kali ini :D

Dan kebetulan kita bertemu dengan salah satu clay crafter yang sudah membuat beberapa buku tentang sweets-deco clay dan pemilik dari website Awai Mint. Bahkan beliau sempat memberitahu cara membuat pudding agar-agar bening dengan bahan resin :D.


Kapan nih para clay crafter Indonesia bisa ngumpul dan ngadain pameran seperti di Jepang? Kita tunggu lho undangannya ;)

More Entries